ATTENTION

Boleh copy-paste tapi tolong tampilkan nama blog ini
no spam, no pornografi

Yang mau nge-request boleh silahkan tulis di bagian
komentar

Pet

Senin, 28 Juni 2010

Dunia langit pada masa mitologi kuno

Akhirnya saya sudah mulai bisa memposting lagi setelah masa penyembuhan dari 2 syndrom yang waktu itu (*baca posting sebelumnya), setelah membahas awan yang waktu itu sekarang topik kita masih berkisar soal dunia keperawanan, eh, per-awanan pada masa mitologi kuno.

Pada masa cerita mitologi kuno, awan-awan di dunia ini dikuasaai dan ditinggali oleh dewa-dewi, sperti contoh yang paling mudah adalah Zeus, tidak sebatas dewa/dewi pada cerita rakyat Eropa(kalau tidak salah) di atas awan juga dihuni oleh raksasa. Nah dari hasil penelitian saya sekarang saya mau meluruskan cerita-cerita tentang dunia langit pada mitologi dan cerita rakyat kuno.




Pemikiran Pertama

Dikarenakan pada jaman dulu orang berprasangka awan-awan dilangit bagaikan benua didaratan, sehingga mereka berpikir bahwa dilangit(awan) juga dihuni oleh mahluk hidup, pemikiran ini disebabkan rendahnya tingkat pengetahuan pada masa itu


Pemikiran Kedua

Hanya sebagai cerita penghibur hati(dongeng)


Pemikiran Ketiga

Untuk mendisiplinkan anak kecil yang masih belum mengerti logika


Pemikiran Keempat

Untuk menggambarkan surga karena pada jaman dulu segala yang berasal dari langit langsung dihubungkan dengan segala hal yang berbau mistis


Dari beberapa pemikiran diatas bukan berarti orang jaman dulu semuanya pembohong tapi dikarenakan terbelakangnya ilmu pengetahuan yang ada pada saat itu. Tapi dengan tingkat ilmu pengetahuan yang dapat dikatakan tergolong maju seperti pada saat ini sudah tidak ada orang yang percaya dengan hal-hal seperti itu.

Minggu, 27 Juni 2010

Misteri Malam Kemarin

Halo, akhirnya setelah sekian lama saya berjuang saya sudah sedikit bisa memposting tulisan setelah terserang penyakit malesposting dan game syndrom yakni penyakit yang bisa bikin korbannya jadi males ngepost meskipun udah masuk ke dasbornya sendiri disebabkan karena ingin memainkan game terus. (kepanjangan ya? oke balik ke topik semula kita)

Jadi gini, sebernya pada post kali ini saya ingin memposting soal awan-awan pada masa mitologi kuno namun kemarin saya mendapatkan suatu bahan yaitu Awan Vertikal Terlihat di Jakarta sebenernya saya juga gak tau itu awan vertikal ato apa tapi yang jelas bukan jejak pesawat(menurut saya), kalo mau ditanya kapan saya hanya bisa bilang "pas bulan purnama kemarin malam, disekitar bulan pasti ada 1 garis dari awan yang membentang panjang namun tipis." sayang saya tidak dapat fotonya karena kamera hp saya kuarng bagus yang ada nanti hanya bulannya saja yang terfoto, akhirnya hanya meninggalkan jejak yang tidak bisa kita telusuri.

yah ini hanya cuma untuk berbagi info saja, sorry kalo pendek ya, maklum masih belum sembuh total dari penyakit syndrom yang disebutkan di atas.

Selasa, 22 Juni 2010

Sekedar Info

NASA ingatkan badai meteor terbesar dekade ini tahun 2011

VIVAnews
- Badai meteor mengancam stasiun angkasa luar internasional dan satelit-satelit seperti teleskop Hubble. Badai itu bahkan diyakini bakal yang terkuat dalam lebih dari satu dekade.

Demikian peringatan dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Kamis 17 Juni 2010. NASA memperingatkan bahwa badai meteor diprediksi terjadi tahun depan dan bisa menghantam Teleskop Hubble dan stasiun angkasa luar internasional.

Para pakar astronomi NASA khawatir bahwa kumpulan serpihan komet itu akan terjadi selama sekitar tujuh jam. Tak hanya mengancam satelit dan stasiun luar angkasa, meteor itu bisa mengenai pesawat luar angkasa yang sedang mengorbit dan merusak perangkat elektronik mereka.

Ilmuwan NASA, seperti dikutip dari laman harian The Telegraph, mengatakan badai meteor tersebut akan menimbulkan tontonan visual tentang bintang. Meski demikian, ilmuwan NASA mengakui saat ini mereka belum bisa memastikan seberapa serius dampak badai meteor tersebut.

Namun, operator kendaraan angkasa luar telah diminta untuk mengembangkan mekanisme pertahanan.

NASA juga sedang menyelidiki kemungkinan memutar arah stasiun angkasa luar internasional dan teleskop Hubbel untuk memastikan area rawan tidak berhadapan langsung dengan semburan pasir.

Astronot juga dilarang melakukan "spacewalk" hingga ancaman semburan partikel angkasa luar sudah berlalu. Namun satelit, termasuk satelit penyedia layanan penting seperti komunikasi, perangkat bernavagasi satelit (satnav), dan televisi, akan tetap menghadang badai.

Dr William Cooke, pakar meteor NASA di Alabama, mengatakan berbagai rencana sedang disiapkan untuk menghindari masalah-masalah akibat badai. Dari berbagai data yang terkumpul, komputernya menyimpulkan bahwa beberapa ratus meteor per jam akan tampak dari Bumi pada 8 Oktober tahun depan. (umi)

berarti tahun depan nanti mungkin internet, telepon, televisi, de el el mungkin akan terganggu(ini hanya pendapat pribadi, jangan terlalu dipercaya).

dalam waktu selanjutny blog ini juga akan memposting info-info penting hingga tidak penting, jadi terus ikuti blog ini yaa..

(http://dunia.vivanews.com/, http://ensiklopediadi.blogspot.com/)

tolong dukung blog saya di HAAW dong dengan nama mitology & cryptozoology

Senin, 21 Juni 2010

Puteri duyung


Puteri duyung

Menurut legenda, puteri duyung adalah makhluk air yang memiliki kepala dan tubuh layaknya seorang perempuan dan ekor menyerupai ikan. Ikan duyung hidup di dasar laut dan dikatakan merupakan seorang puteri yang telah disumpah sebahagian anggotanya daripada paras pinggang hingga ke kaki menjadi ikan.

Puteri duyung merupakan makhluk legendaris yang ceritanya sudah beredar berabad-abad yang lalu. Mereka termasuk salah satu makhluk legendaris separuh manusia separuh hewan. Cerita mengenai ikan duyung wujud dalam hampir semua masyarakat di dunia. Dalam mitologi Yunani, ikan duyung dikatakan selalu menggoda para pelaut yang lalai. Sesiapa yang tergoda akan menemui ajalnya. Masyarakat Babilonia pula menyembah puteri duyung sebagai dewa laut yang dikenal sebagai Ea atau Oannes. Oannes digambarkan sebagai duyung jantan.


Kisah mengenai ikan duyung

Cerita tentang ikan duyung atau puteri duyung pertama kali ditemukan di Assyria. Cerita itu berkisah tentang Dewi Atargatis, Ibu dari ratu Assyria, Semiramis. Dewi Atargatis jatuh hati pada seorang gembala, yang kemudian terbunuh olehnya. Karena malu, ia menceburkan diri ke danau untuk mengubah diri menjadi ikan. Namun, air tidak bisa mengubah dirinya sepenuhnya karena ia masih memiliki kekuatan sebagai seorang Dewi. Akhirnya, hanya separuh tubuhnya yang menjadi ikan.

Legenda Yunani yang terkenal menceritakan bahwa puteri duyung adalah Thessalonike, adik Alexander Agung yang berubah menjadi duyung setelah meninggal. Dia hidup setelah mati sebagai puteri duyung di laut Aegea, dan selalu menanyakan nasib kakaknya.

Dia hanya menanyakan satu hal bila ada pelaut melintas. Dia selalu bertanya:

  • Ζει ο βασιλιάς Αλέξανδρος? (Zi o basiliás Aléxandros?)

(Apakah Alexander Agung masih hidup?).

Jika dia bertanya demikian, jawaban yang tepat adalah:

  • Ζει και βασιλεύει (Zi kē basileúi)

(Dia masih hidup dan masih memerintah).

Bila tidak menjawab seperti demikian, maka ia berangsur-angsur berubah menjadi Gorgon dan mencelakai pelaut yang sedang melintas.

Kisah mengenai puteri duyung kini sudah universal, mendunia, dan bukan milik suatu daerah atau negara saja. Banyak orang dari berbagai negara menciptakan karakter puteri duyung masa kini atau masa lalu sesuai dengan imajinasinya.

Puteri duyung dalam berbagai negara

Beberapa makhluk legendaris yang karakternya mirip puteri duyung juga ditemukan di beberapa negara, seperti: Mami Wata dari Afrika barat dan tengah; Russalki (Rusalka) dari Rusia dan Ukraina; Merrow dari Irlandia dan Skotlandia; Oceanid, Nereid, dan Naiad dari Yunani, ketiganya adalah Nymph air. Dalam dongeng dan cerita rakyat Eropa, ada makhluk yang wujudnya menyerupai puteri duyung disebut Melusine, berwujud wanita dari kepala sampai pinggang, sedangkan berwujud ikan dari pinggang ke bawah, dengan dua ekor yang bercabang atau kadang-kadang seperti ular. Di Jepang, jika manusia memakan daging puteri duyung, maka akan memperoleh keabadian. Dalam beberapa cerita rakyat di Eropa, puteri duyung dapat mengabulkan permohonan.

berarti orang jaman dulu suka mahluk yang di mix

(wikipedia)

Minggu, 06 Juni 2010

Basilisk

Basilisk

Mahluk ini memiliki tubuh kadal, berkepala ayam dengan gigi setajam ular serta tonjolan dikepala sehingga disebut raja ular.

Basilisk (dari bahasa Yunani: βασιλίσκος basiliskos, raja kecil,bahasa latin: Regulus) adalah reptil dalam legenda Eropa yang dikenal sebagai raja ular dalam mitologi (serpent) dan memiliki kemampuan untuk menimbulkan kematian bila menatapnya (jelas mahluk ini sulit diakui keberadaannya di dunia).

Bila dideskripsikan, basilisk adalah kadal besar, ular raksasa atau ayam jantan setinggi tiga kaki dengan ekor dan gigi ular. Deskripsi ini mirip dengan cockatrice. Basilisk disebut raja karena ia digambarkan memiliki mitre - atau tonjolan tengkorak berbentuk mahkota. Cerita-cerita tentang basilisk hampir sama dengan cockatrice. Dilegendakan, basilisk berasal dari telur ular yang ditetaskan ayam jantan (kebalikan dari cockatrice yang berasal dari telur ayam yang dierami oleh ular.

Setelah membaca info yang terakhir saya rasa mahluk tersebut hanyalah cerita mitologi biasa yang tidak dapat diakui keberadaannya, kenapa saya berkata begitu?

Jawabannya adalah:

1. Bagaimana cerita tentang kematian bagi yang menatapnya dapat beredar dimasyarakat dan mengetahui rupa basilisk?

2. Sepertinya siapa yang mengerami telur tidak menjadi sebab perubahan bentuk yang rumit seperti itu.

3. Sampai tulisan ini diterbitkan tidak ada bukti nyatanya.

Ok, saya tidak ingin terlalu mengkritik mitologi (bukan, bukan karena takut digebukin masa pecinta mitologi) karena bagi saya “tidak diketahui secara detil dan masuk akal, itulah mitologi”.

Maaf kalau tulisannya pendek, karena saya juga kesulitan mendapatkan infonya, bila ada yang baru akan saya tambahkan.


Gambar ukiran kayu basilisk oleh Ulisse Aldrovandi, Monstrorum historia, 1642

Sabtu, 29 Mei 2010

Dewa

Post kali ini agak lama ya karena beberapa hari kedepan saya harus membereskan kamar yang sudah tidak ada bedanya dengan kondisi kapal Titanic di dasar laut, jadinya saya memposting ini dari wikipedia. Harap dimengerti thx.

Dewa

Dewa (maskulin) dan Dewi (feminim) adalah keberadaan supranatural yang menguasai unsur-unsur alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia. Mereka disembah, dianggap suci dan keramat, dan dihormati oleh manusia.

Dewa dianggap berwujud bermacam-macam, biasanya berwujud manusia atau binatang. Mereka hidup abadi. Mereka memiliki kepribadian masing-masing. Mereka memiliki emosi, kecerdasan, seperti layaknya manusia. Beberapa fenomena alam seperti petir, hujan, banjir, badai, dan sebagainya, termasuk keajaiban adalah ciri khas mereka sebagai pengatur alam. Mereka dapat pula memberi hukuman kepada makhluk yang lebih rendah darinya. Beberapa dewa tidak memiliki kemahakuasaan penuh, sehingga mereka disembah dengan sederhana.

Para makhluk supranatural yang menguasai unsur-unsur alam atau aspek-aspek tertentu dalam kehidupan manusia yang berjenis kelamin pria disebut "Dewa", sedangkan "Dewi" adalah sebutan untuk yang berjenis kelamin wanita.

Etimologi

Kata Dewa muncul dari agama Hindu, yakni dari kata Deva atau Daiwa (bahasa Sanskerta), yang berasal dari kata div, yang berarti sinar. Kata dewa dalam bahasa Inggris sama dengan Deity, berasal dari bahasa Latin deus. Bahasa Latin dies dan divum, mirip dengan bahasa Sanskerta div dan diu, yang berarti langit, sinar (lihat: Dyaus). Kata deva (sinar, langit) sama sekali tidak ada hubungannya dengan kata devil (iblis; setan).

Istilah dewa diidentikkan sebagai makhluk suci yang berkuasa terhadap alam semesta. Meskipun pada aliran politeisme menyebut adanya banyak Tuhan, namun dalam bahasa Indonesia, istilah yang dipakai adalah "Dewa" (contoh: Dewa Zeus, bukan Tuhan Zeus). Biasanya istilah dewa dipakai sebagai kata sandang untuk menyebut penguasa alam semesta yang jamak, bisa dibayangkan dan dilukiskan secara nyata, sedangkan istilah Tuhan dipakai untuk penguasa alam semesta yang maha tunggal dan abstrak, tidak bisa dilukiskan, tidak bisa dibayangkan.

Hubungan antara Dewa dengan manusia

Para Dewa dipercaya sebagai makhluk yang tak tampak dan tak dapat dijangkau. Mereka hidup di tempat-tempat suci atau tempat-tempat yang jauh dari jangkauan manusia, seperti surga, neraka, di atas langit, di bawah bumi, di lautan yang dalam, di atas puncak gunung tinggi, di hutan belantara, namun dapat berhubungan dengan manusia karena manifestasi atau kekuatan supranaturalnya. Dalam beberapa agama monoteistik, Tuhan dianggap tinggal di surga namun karena kemahakuasaannya beliau juga ada dimana-mana sehingga dapat berhubungan dengan umatnya kapanpun dan dimana pun, namun secara kasat mata. Dalam pandangan umat beragama (monoteistik, politeistik, panteistik) sesungguhnya Tuhan ada dimana-mana, namun untuk memuliakannya Beliau disebutkan tinggal di surga.

Dalam politeisme, para Dewa digambarkan sebagai makhluk yang memiliki emosi dan wujud seperti manusia, sangat berkuasa, dan antara manusia dan para Dewa ada perbedaan yang sangat menonjol. Para Dewa tinggal di surga sedangkan manusia tinggal di bumi. Karena para Dewa tinggal di surga, maka para Dewa memiliki kekuasaan dan kesaktian untuk mengatur, menghukum atau memberkati umat manusia. Sementara para Dewa berkuasa, maka manusia memujanya dan memberikan persembahan agar dibantu dan diberkati oleh kemahakuasaan-Nya.

Dewa yang tunggal

Dalam agama yang menganut paham monoteisme, Dewa hanya satu dan sebutan Tuhan adalah sebutan yang umum dan layak. Tuhan merupakan sesuatu yang supranatural, menguasai alam semesta, maha kuasa, tidak dapat dibayangkan dan tidak bisa dilukiskan. Agama monoteisme enggan untuk mengakui adanya dewa-dewa karena dianggap sebagai Tuhan tersendiri.

Dalam agama Hindu dan Buddha, meskipun meyakini satu Tuhan, namun ada makhluk yang disebut Dewa yang diyakini di bawah derajat Tuhan. Dalam filsafat Hindu, para Dewa tunduk pada sesuatu yang maha kuasa, yang maha esa, dan yang menciptakan mereka yang disebut Brahman (sebutan Tuhan dalam agama Hindu). Dalam agama Buddha, para Dewa bukanlah makhluk sempurna dan memiliki wewenang untuk mengatur umat manusia. Para Dewa tunduk pada hukum mistik yang mengikat diri mereka pada karma dan samsara.

Dalam hal ini, Tuhan (Allah, Yesus, Brahman, dan sebagainya) adalah sesuatu yang agung dan mulia, tidak bisa disamakan dengan Dewa dan tidak ada yang sederajat dengannya. Meskipun ada agama yang meyakini banyak Dewa (seperti Hindu dan Buddha) namun jika memiliki konsep Ketuhanan yang Maha Esa, para Dewa dianggap sebagai makhluk suci atau malaikat dan tidak sederajat dengan Tuhan.

Pandangan mengenai Dewa-Dewi

Agama Hindu



Trimurti atau Tritunggal Hindu (tiga perwujudan Tuhan yang utama menurut agama Hindu). Dari kiri ke kanan: Brahma (berkulit merah, berkepala empat); Wisnu (berkulit biru, berlengan empat); dan Siwa (berkulit putih, berlengan empat).

Dewa Ra.

Dalam tradisi agama Hindu umumnya, para Dewa (atau "Deva", "Daiwa") adalah manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa (Brahman). Para Dewa merupakan pengatur kehidupan dan perantara Tuhan dalam berhubungan dengan umatnya. Dewa-Dewi tersebut seperti: Brahma, Wisnu, Siwa, Agni, Baruna, Aswin, Kubera, Indra, Ganesa, Yama, Saraswati, Laksmi, Surya, dan lain-lain.

Karena ditemukan konsep ketuhanan yang maha esa, Dewa-Dewi dalam agama Hindu bukan Tuhan tersendiri. Dewa-Dewi dalam agama Hindu hidup abadi, memiliki kesaktian dan menjadi perantara Tuhan ketika memberikan berkah kepada umatnya. Musuh para Dewa adalah para Asura. Menurut agama Hindu, para Dewa tinggal di suatu tempat yang disebut Swargaloka atau Swarga, suatu tempat di alam semesta yang sangat indah, sering disamakan dengan surga. Penguasa di sana ialah Indra, yang bergelar raja surga, atau pemimpin para Dewa.

Agama Buddha

Dalam agama Buddha, Dewa adalah salah satu makhluk yang tidak setara dengan manusia, memiliki kesaktian, hidup panjang, namun tidak abadi. Agama Buddha mengenal banyak Dewa, namun mereka bukan Tuhan, mereka tidak sempurna dan tidak maha kuasa. Mereka (para Dewa) adalah makhluk yang sedang dalam usaha mencari kesempurnaan hidup. Alam Dewa sering juga disebut sebagai surga.

Para Dewa tidak selalu sama dengan Bodhisattva. Para Dewa masih terikat pada karma dan samsara. Alam dewa dalam Agama Buddha dibagi menjadi 6 yaitu :

  • Catummaharajika Bhumi - Alam Empat Raja Dewa. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 9.600.000 tahun.
  • Tavatimsa Bhumi - Alam surga 33 dewa. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Catummaharajika.
  • Tusita Bhumi - Alam kenikmatan. Biasanya para Bodhisattva yang hampir sempurna paramitanya hidup di alam ini sebelum terlahir menjadi manusia dan menjai Samma Sambuddha. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Tavatimsa.
  • Nimmanarati Bhumi' - Alam surga para dewa yang menikmati kesenangan istana yang diciptakan. Dewi Mahamaya, ibu Siddharta Gautama, setelah meninggal dunia, terlahir di alam ini. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Tusita.
  • Paranimmita-Vasavatti Bhumi - Alam surga para dewa yang menikmati ciptaan para dewa lain. Di alam ini rata- rata usia para dewa adalah 4 kali usia rata- rata dewa alam Nimmanarati.

Mesir Kuno

Menurut catatan sejarah, bangsa Mesir Kuno menyembah banyak Dewa dan belum menemukan paham Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, para Dewa merupakan makhluk-makhluk yang lebih berkuasa daripada umat manusia dan mengatur aspek-aspek kehidupan umat manusia. Mereka memberkati manusia, melindungi manusia, menghukum manusia, dan mencabut ajal manusia. Dewa-Dewi dalam kepercayaan bangsa Mesir Kuno merupakan penguasa setiap bagian dan unsur alam. Para Dewa merupakan Tuhan tersendiri sesuai dengan kemahakuasaan yang dimilikinya. Para Dewa yang menentukan nasib setiap orang.

Bangsa Mesir Kuno sangat memuliakan Dewa mereka.Tempat memuja para Dewa dan sesuatu yang berkaitan dengan para Dewa (seperti kitab, pusaka, dan kutukan) sangat dikeramatkan. Konon makam-makam para Raja dan kuil-kuil Mesir dilindungi Dewa dan mengandung suatu kutukan bagi orang yang berniat jahat. Pada zaman Mesir Kuno, Dewa yang banyak dipuja dan dianggap sebagai Dewa tertinggi adalah Dewa matahari, Ra (Amon-Ra). Ia merupakan Dewa yang banyak disembah di daratan Mesir. Kuil Abu Simbel didirikan untuk memujanya. Setelah itu, Dewa yang banyak dipuja adalah Osiris, Dewa kehidupan alam, penguasa akhirat. Selain itu, juga ada Anubis, Dewa kegelapan

Mitologi Yunani

Menurut mitologi Yunani, para Dewa adalah makhluk yang lahir seperti manusia, namun memiliki kemahakuasaan untuk mengatur kehidupan manusia. Mereka mengatur aspek-aspek dalam kehidupan manusia. Mereka tidak pernah sakit dan hidup abadi. Setiap Dewa memiliki kemahakuasaan tersendiri sesuai dengan kepribadiannya.

Nenek moyang para Dewa adalah Chaos. Para Titan adalah anak Gaia, keturunan Chaos. Para Titan melahirkan Dewa-Dewi Yunani, seperti Zeus putera Kronus, yang selanjutnya Zeus melempar para Titan dan akhirnya ia bersama para Dewa yang lain menjadi makhluk yang berkuasa dan mengatur kehidupan manusia.

Menurut mitologi Yunani, para Dewa tidak tinggal di surga, tetapi tinggal di gunung Olympus. Di sana mereka berkumpul dan dipimpin oleh Zeus, raja para Dewa. Sebelum kedatangan agama Kristiani, penduduk Yunani menyembah para Dewa. Mereka membuatkan kuil khusus untuk masing-masing Dewa. Dewa-Dewi yang dipuja tersebut, misalnya: Zeus, Hera, Ares, Poseidon, Aphrodite, Demeter, Apollo, Artemis, Hermes, Athena, Hefestus, Hades, Helios, dan lain-lain.

Mitologi Romawi

Mitologi Romawi hampir sama dengan mitologi Yunani, hanya saja nama dewanya menggunakan nama-nama Romawi. Zeus disebut Jupiter, Hera disebut Juno, Ares disebut Mars, Poseidon disebut Neptunus, Aphrodite disebut Venus, Demeter disebut Ceres, Apollo disebut Cupid, Artemis disebut Diana, Hermes disebut Merkurius, Athena disebut Minerva, Hefestus disebut Vulkan, Hades disebut Pluto, Helios disebut Sol, Saturnus, Uranus, Fortuna, dan lain-lain.

Mitologi Nordik

Dalam mitologi Nordik, para Dewa merupakan makhluk yang mahakuasa, seperti manusia namun hidup abadi. Mereka bersaudara, beristri dan memiliki anak. Para Dewa dibagi menjadi dua golongan, Æsir dan Vanir. Æsir adalah Dewa-Dewi langit, sedangkan Vanir adalah Dewa-Dewi bumi. Æsir tinggal di Asgard sedangkan Vanir tinggal di Vanaheimr.

Menurut mitologi Nordik, para Dewa tidak terkena penyakit dan tidak terkena dampak dari usia tua. Para Dewa hidup abadi meskipun dapat terbunuh dalam pertempuran. Para Dewa menjaga keabadiannya dengan memakan buah apel dari Iðunn, Dewi kesuburan dan kemudaan. Para Dewa mampu bertahan hidup sampai Ragnarok tiba.

(wikipedia.org)

Selasa, 25 Mei 2010

Brownie, mitologi Britania, Scotlandia

Nama Brownie muncul dari kisah pakaian coklat yang dipakai oleh mahluk yang mirip goblin.

Walaupun Brownie dikenal sebagai mahluk yang suka penyendiri, namun brownie kadang terlihat berkelompok. Perilaku Brownie tidak seperti kebanyakan Hobgoblin, secara umum Brownie menghindar dari perbuatan jahat dan hidup harmonis berdampingan dengan manusia, bila diperlakukan dengan baik, ia akan membantu mengerjakan pekerjaan manusia.

Sebenarnya agak sulit bagi saya untuk menemukan gambar ini, tapi mari kita lanjutkan. Untuk upah melakukan pekerjaan tersebut mereka tidak pernah dibayar secara langsung, sebab jika diberi imbalan mereka akan langsung lenyap selamanya(bebas), namun mereka akan senang jika diberi hadiah (kesukaan mereka adalah semangkuk susu) dan mereka akan sangat berterimakasih. Bila Brownie diganggu (dan mereka mudah merasa terganggu), mereka akan pergi bersama keberuntungan yang melingkupinya.

Jadi, apakah anda juga berniat mencari dan memiliki brownie untuk membantu pekerjaan rumah?